Hari Kesatuan Gerak PKK ke-53: Wujud Kepedulian Nyata di Lapas Sleman

Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-53, Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan yang dalam hal ini PKK Ledoksari RT 05 melalui Dasa Wisma Anggrek melakukan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sleman/ Lapas Cebongan.. .

Robohnya Tanggul Kami

Hujan deras yang terjadi semalam ternyata membawa dampak. Salah satunya adalah tanggul selokan di perbatasan RT. Tanggul sungai tersebut jebol akibat tidak mampu menahan air

Pemeliharaan Listrik Penerangan Jalan

Dengan pemeliharaan listrik penerangan jalan yang baik dan teratur, diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan jalan di RT 05 Ledoksari, serta meminimalisir terjadinya kecelakaan di malam hari. Itulah yang dilakukan tim kelistrikan RT 05 Ledoksari, yakni Pak Rusdiyono dan Pak Minaryanto.

Sunday, 26 April 2026

Semangat Kartini, Warga RT 05 Ledoksari Gelar Kerja Bakti Lingkungan



LEDOKSARI
– Dalam rangka memperingati Hari Kartini, warga RT 05 Ledoksari menggelar kegiatan kerja bakti bersih-bersih lingkungan pada April ini, yakni di hari Minggu 26 April. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan serta menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, dan produktif.

Saat ditemui di sela-sela kegiatan, Ibu Ketua RT menyampaikan bahwa aksi kerja bakti ini menjadi bagian dari komitmen untuk mewujudkan lingkungan yang bersih. Namun lebih dari itu, kegiatan ini menekankan pentingnya konsistensi warga dalam menjaga lingkungan, bukan hanya gerakan sesaat.

Melalui edukasi langsung di lapangan saat kerja bakti berlangsung, masyarakat diajak untuk mulai memilah sampah dari sumbernya, memisahkan sampah organik dan anorganik, serta mengolah sampah organik secara mandiri di rumah.

"Dengan langkah sederhana ini, hingga 65% permasalahan sampah rumah tangga sebenarnya dapat diselesaikan," tegas Ibu Ketua RT.

Menurut Ibu Ketua RW, gerakan ini juga diperkuat dengan mengajak seluruh masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri dimulai dari rumah.

"Ketika perempuan bergerak, keluarga bergerak. Ketika keluarga bergerak, masyarakat pun ikut berubah. Hari ini bukan hanya tentang mengenang Kartini. Ini tentang melanjutkan perjuangannya dengan aksi nyata, dari rumah tangga, dari lingkungan, untuk bumi, dan untuk generasi mendatang," pungkas Ibu Ketua RW.


Thursday, 16 April 2026

Mengetuk Pintu Langit: Pengajian Walimatussafar Haji RT 05 RW 07 Ledoksari

Ledoksari, 16 April 2026 – Suasana di wilayah RT 05 RW 07 Ledoksari malam ini terasa berbeda. Lantunan selawat dan doa memenuhi udara, mengiringi niat suci tiga warga tercinta yang akan segera menunaikan rukun Islam kelima ke Tanah Suci Mekkah.
Acara Pengajian Walimatussafar Haji yang digelar pada Kamis malam ini ditujukan untuk melepas keberangkatan:
  1. Bp. Amir Misbahul Munir
  2. Ibu Wiwit Wahyuniarti Rahayu
  3. Ibu Utari Wijayanti
Hadir sebagai penceramah, Drs. H. Zamari memberikan tausiyah yang sangat menyentuh hati. Beliau mengingatkan bahwa para calon jemaah haji adalah Dhuyufurrahman atau tamu-tamu istimewa Allah SWT.

Salah satu poin utama yang beliau sampaikan adalah mengenai kemustajaban doa. Ustadz Zamari menjelaskan bahwa doa orang yang berangkat haji adalah doa yang maqbul (dikabulkan). Beliau berpesan agar Bapak Amir, Ibu Wiwit, dan Ibu Utari tidak hanya mendoakan diri sendiri dan keluarga, tetapi juga menyisipkan doa untuk keberkahan warga Ledoksari selama berada di tempat-tempat mustajab seperti Multazam dan Arafah.

Selain membahas kemuliaan haji, Ustadz Zamari juga memberikan pengingat yang sangat tegas mengenai etika selama di perjalanan. Beliau menekankan agar para jemaah sangat berhati-hati dengan ucapan.

"Di sana adalah tempat ujian kesabaran. Jaga lisan dari keluhan, jaga ucapan dari hal-hal yang tidak bermanfaat," pesan beliau. Menjaga lisan dari perkataan kotor atau perdebatan (rafats dan jidal) merupakan kunci utama untuk meraih predikat haji yang mabrur. Beliau mengingatkan bahwa di Tanah Suci, kebersihan hati seringkali tercermin dari apa yang keluar dari mulut kita.

Acara yang berlangsung di tengah lingkungan RT 05 RW 07 ini memperlihatkan betapa kuatnya solidaritas warga. Duduk bersila bersama dalam kesederhanaan, warga tampak khusyuk mendoakan keselamatan para calon jemaah.

Momen walimatussafar ini menjadi ruang bagi warga untuk saling memaafkan, sehingga jemaah dapat berangkat dengan hati yang ringan dan suci.

Selamat Jalan, Tamu Allah
Segenap keluarga besar warga Ledoksari mendoakan semoga Bapak Amir Misbahul Munir, Ibu Wiwit Wahyuniarti Rahayu, dan Ibu Utari Wijayanti senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan perlindungan selama menjalankan ibadah. Semoga selamat sampai tujuan, lancar seluruh rangkaian ibadahnya, dan kembali ke rumah sebagai Haji dan Hajjah yang mabrur.

Amin Ya Rabbal Alamiin