Hari Kesatuan Gerak PKK ke-53: Wujud Kepedulian Nyata di Lapas Sleman

Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-53, Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan yang dalam hal ini PKK Ledoksari RT 05 melalui Dasa Wisma Anggrek melakukan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sleman/ Lapas Cebongan.. .

Robohnya Tanggul Kami

Hujan deras yang terjadi semalam ternyata membawa dampak. Salah satunya adalah tanggul selokan di perbatasan RT. Tanggul sungai tersebut jebol akibat tidak mampu menahan air

Pemeliharaan Listrik Penerangan Jalan

Dengan pemeliharaan listrik penerangan jalan yang baik dan teratur, diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan jalan di RT 05 Ledoksari, serta meminimalisir terjadinya kecelakaan di malam hari. Itulah yang dilakukan tim kelistrikan RT 05 Ledoksari, yakni Pak Rusdiyono dan Pak Minaryanto.

Thursday, 16 April 2026

Mengetuk Pintu Langit: Pengajian Walimatussafar Haji RT 05 RW 07 Ledoksari

Ledoksari, 16 April 2026 – Suasana di wilayah RT 05 RW 07 Ledoksari malam ini terasa berbeda. Lantunan selawat dan doa memenuhi udara, mengiringi niat suci tiga warga tercinta yang akan segera menunaikan rukun Islam kelima ke Tanah Suci Mekkah.
Acara Pengajian Walimatussafar Haji yang digelar pada Kamis malam ini ditujukan untuk melepas keberangkatan:
  1. Bp. Amir Misbahul Munir
  2. Ibu Wiwit Wahyuniarti Rahayu
  3. Ibu Utari Wijayanti
Hadir sebagai penceramah, Drs. H. Zamari memberikan tausiyah yang sangat menyentuh hati. Beliau mengingatkan bahwa para calon jemaah haji adalah Dhuyufurrahman atau tamu-tamu istimewa Allah SWT.

Salah satu poin utama yang beliau sampaikan adalah mengenai kemustajaban doa. Ustadz Zamari menjelaskan bahwa doa orang yang berangkat haji adalah doa yang maqbul (dikabulkan). Beliau berpesan agar Bapak Amir, Ibu Wiwit, dan Ibu Utari tidak hanya mendoakan diri sendiri dan keluarga, tetapi juga menyisipkan doa untuk keberkahan warga Ledoksari selama berada di tempat-tempat mustajab seperti Multazam dan Arafah.

Selain membahas kemuliaan haji, Ustadz Zamari juga memberikan pengingat yang sangat tegas mengenai etika selama di perjalanan. Beliau menekankan agar para jemaah sangat berhati-hati dengan ucapan.

"Di sana adalah tempat ujian kesabaran. Jaga lisan dari keluhan, jaga ucapan dari hal-hal yang tidak bermanfaat," pesan beliau. Menjaga lisan dari perkataan kotor atau perdebatan (rafats dan jidal) merupakan kunci utama untuk meraih predikat haji yang mabrur. Beliau mengingatkan bahwa di Tanah Suci, kebersihan hati seringkali tercermin dari apa yang keluar dari mulut kita.

Acara yang berlangsung di tengah lingkungan RT 05 RW 07 ini memperlihatkan betapa kuatnya solidaritas warga. Duduk bersila bersama dalam kesederhanaan, warga tampak khusyuk mendoakan keselamatan para calon jemaah.

Momen walimatussafar ini menjadi ruang bagi warga untuk saling memaafkan, sehingga jemaah dapat berangkat dengan hati yang ringan dan suci.

Selamat Jalan, Tamu Allah
Segenap keluarga besar warga Ledoksari mendoakan semoga Bapak Amir Misbahul Munir, Ibu Wiwit Wahyuniarti Rahayu, dan Ibu Utari Wijayanti senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan perlindungan selama menjalankan ibadah. Semoga selamat sampai tujuan, lancar seluruh rangkaian ibadahnya, dan kembali ke rumah sebagai Haji dan Hajjah yang mabrur.

Amin Ya Rabbal Alamiin

Friday, 20 March 2026

Soto, Toleransi, dan "Kuah" Hujan: Kehangatan Syawalan di RT 05 Ledoksari

 LEDOKSARI – Gema takbir baru saja usai, namun semangat kemenangan masih terasa kental di Balai RT 05 Ledoksari. Tepat setelah pelaksanaan shalat Idul Fitri, warga berbondong-bondong memenuhi balai untuk melanjutkan tradisi tahunan yang selalu dinanti: Syawalan dan Halal bi Halal.




Ada pemandangan yang selalu menyejukkan hati di setiap acara Syawalan RT 05. Di sini, batas-batas perbedaan keyakinan seolah melebur dalam semangat keguyuban. Tidak hanya warga muslim, warga non-muslim pun turut hadir dan membaur dengan penuh sukacita.

Bentuk toleransi ini bukan sekadar hadir dan bersalaman. Seperti tahun-tahun sebelumnya, warga non-muslim menunjukkan partisipasi nyata dengan bergotong-royong menyediakan camilan, makanan kecil, hingga kopi dan teh hangat untuk dinikmati bersama. Sebuah wujud nyata bahwa kerukunan di Ledoksari sudah mendarah daging.

Acara inti ditutup dengan makan bersama. Tahun ini, menu utamanya adalah Soto, yang disiapkan khusus oleh Takmir Masjid Al Muttaqin RT 05 Ledoksari. Aroma kuah rempah yang segar langsung menggugah selera warga yang sudah berkumpul sejak pagi.

Namun, ada satu momen yang membuat Syawalan kali ini terasa lebih berkesan sekaligus jenaka. Saat sebagian besar warga baru saja mengambil mangkuk soto dan mulai menyantapnya, langit tiba-tiba "tumpah". Hujan mengguyur deras menyapa wilayah Ledoksari.

Beruntung, rangkaian acara inti sudah selesai dilaksanakan. Di tengah rintik hujan, suasana justru berubah menjadi penuh tawa. Keluar celetukan khas warga yang spontan memecah suasana:

"Wah, sotonya nggak usah nambah kuah lagi, ini sudah dikasih kuah langsung dari langit!"

Gurauan itu pun disambut tawa renyah warga lainnya. Meski mendung menggelayut dan udara menjadi dingin, hal itu sama sekali tidak menyurutkan semangat warga untuk saling bercengkerama.

Hujan boleh saja mengguyur, namun kehangatan persaudaraan di RT 05 Ledoksari terbukti jauh lebih kuat. Syawalan tahun ini sukses meninggalkan kesan mendalam tentang pentingnya menjaga silaturahmi dan indahnya keberagaman di lingkungan terkecil kita.

Sunday, 11 January 2026

Bpk Rudianto Kembali Dipercaya! Hasil Lengkap Penghitungan Suara RT 05 Ledoksari Periode 2026-2030

LEDOKSARI – Hari Minggu (11/01/2026) menjadi momen bersejarah bagi warga RT 05 Ledoksari. Meski pagi tadi sempat diwarnai hujan deras, semangat warga tidak luntur untuk menentukan arah kepemimpinan lingkungan selama empat tahun ke depan.

Kini, proses penghitungan suara telah tuntas. Seiring dengan redanya hujan dan munculnya cuaca cerah di siang hari, hasil perolehan suara secara resmi telah ditetapkan sebelum pukul 12.30 WIB.

Hasil penghitungan suara menunjukkan dominasi kuat dari Bapak Rudianto. Sebagai incumbent (petahana), beliau kembali mendapatkan kepercayaan penuh dari mayoritas warga untuk melanjutkan pengabdiannya di periode 2026-2030.

Pak Rudianto berhasil mengantongi 131 suara, jauh mengungguli kandidat lainnya. Kemenangan ini menandakan kepuasan warga atas kinerja beliau selama periode sebelumnya.

Berikut adalah rincian perolehan suara dari seluruh nama yang muncul dalam bursa pemilihan Ketua RT 05:

Nama CalonJumlah Suara

Rudianto

131

Isdiyantoro BS

37

Wakijan

15

Paino

5

Sumiyat

2

Mahmud SB

2

Joko Kuswidarto

1

Minaryanto

1

Taufik Salyono

1

Waluyo

1

Poniman

1

Ratijo

1

Triyono

1

Statistik Pemilihan:

  • Total Suara Sah: 201 suara

  • Suara Tidak Sah/Gugur: 5 suara

  • Tidak Hadir/Memilih: 20 orang


Suasana Balai RT 05 yang tadinya tegang saat penghitungan suara, berubah menjadi haru dan penuh syukur ketika hujan benar-benar reda tepat saat acara selesai. Angka partisipasi yang tinggi (hanya 20 orang yang tidak hadir dari total warga) menunjukkan bahwa kerukunan dan kepedulian warga Ledoksari sangat luar biasa.

Selamat kepada Bapak Rudianto atas terpilihnya kembali sebagai Ketua RT 05 Ledoksari. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh dedikasi demi kemajuan dan kenyamanan lingkungan kita tercinta.

Terima kasih juga kepada jajaran panitia dan seluruh warga yang telah menyukseskan pesta demokrasi tingkat RT ini dengan tertib dan damai.

Salam Rukun,