Hari Kesatuan Gerak PKK ke-53: Wujud Kepedulian Nyata di Lapas Sleman

Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-53, Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan yang dalam hal ini PKK Ledoksari RT 05 melalui Dasa Wisma Anggrek melakukan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sleman/ Lapas Cebongan.. .

Robohnya Tanggul Kami

Hujan deras yang terjadi semalam ternyata membawa dampak. Salah satunya adalah tanggul selokan di perbatasan RT. Tanggul sungai tersebut jebol akibat tidak mampu menahan air

Pemeliharaan Listrik Penerangan Jalan

Dengan pemeliharaan listrik penerangan jalan yang baik dan teratur, diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan jalan di RT 05 Ledoksari, serta meminimalisir terjadinya kecelakaan di malam hari. Itulah yang dilakukan tim kelistrikan RT 05 Ledoksari, yakni Pak Rusdiyono dan Pak Minaryanto.

Friday, 20 March 2026

Soto, Toleransi, dan "Kuah" Hujan: Kehangatan Syawalan di RT 05 Ledoksari

 LEDOKSARI – Gema takbir baru saja usai, namun semangat kemenangan masih terasa kental di Balai RT 05 Ledoksari. Tepat setelah pelaksanaan shalat Idul Fitri, warga berbondong-bondong memenuhi balai untuk melanjutkan tradisi tahunan yang selalu dinanti: Syawalan dan Halal bi Halal.




Ada pemandangan yang selalu menyejukkan hati di setiap acara Syawalan RT 05. Di sini, batas-batas perbedaan keyakinan seolah melebur dalam semangat keguyuban. Tidak hanya warga muslim, warga non-muslim pun turut hadir dan membaur dengan penuh sukacita.

Bentuk toleransi ini bukan sekadar hadir dan bersalaman. Seperti tahun-tahun sebelumnya, warga non-muslim menunjukkan partisipasi nyata dengan bergotong-royong menyediakan camilan, makanan kecil, hingga kopi dan teh hangat untuk dinikmati bersama. Sebuah wujud nyata bahwa kerukunan di Ledoksari sudah mendarah daging.

Acara inti ditutup dengan makan bersama. Tahun ini, menu utamanya adalah Soto, yang disiapkan khusus oleh Takmir Masjid Al Muttaqin RT 05 Ledoksari. Aroma kuah rempah yang segar langsung menggugah selera warga yang sudah berkumpul sejak pagi.

Namun, ada satu momen yang membuat Syawalan kali ini terasa lebih berkesan sekaligus jenaka. Saat sebagian besar warga baru saja mengambil mangkuk soto dan mulai menyantapnya, langit tiba-tiba "tumpah". Hujan mengguyur deras menyapa wilayah Ledoksari.

Beruntung, rangkaian acara inti sudah selesai dilaksanakan. Di tengah rintik hujan, suasana justru berubah menjadi penuh tawa. Keluar celetukan khas warga yang spontan memecah suasana:

"Wah, sotonya nggak usah nambah kuah lagi, ini sudah dikasih kuah langsung dari langit!"

Gurauan itu pun disambut tawa renyah warga lainnya. Meski mendung menggelayut dan udara menjadi dingin, hal itu sama sekali tidak menyurutkan semangat warga untuk saling bercengkerama.

Hujan boleh saja mengguyur, namun kehangatan persaudaraan di RT 05 Ledoksari terbukti jauh lebih kuat. Syawalan tahun ini sukses meninggalkan kesan mendalam tentang pentingnya menjaga silaturahmi dan indahnya keberagaman di lingkungan terkecil kita.